Selamat hari
merah muda, dan salam syair gerilya cinta.
Mungkin tangkai hijau bermahkota merah
ini hadir dengan sangat lancang pada genggaman jemarimu.
Dan mungkin kau dengan
mudahnya tersenyum.
Saya yakin tanda Tanya raksasa sudah menindih kepalamu.
Entah
apapun yang ingin kau lontarkan, tahan senyummu.
Oke…santai… ^_^.
Kenalkan, saya
adalah orang yang menguntitmu di balik hari,
membual pada malam,
dan
mengandalkan topeng naïf.
Bahkan untuk berdiri di depanmu secara nyata,
tulangku mungkin tak bisa lagi menopang tubuh.
Sebabnya ada pada karya Tuhan di
matamu,
dan baru kali ini aku melihat sayup ave maria… ( jangan teller
membacanya ).
Mungkin selembar puisi ini bisa memperjelas terkaanmu mengenai
wujudku ( carilah puisi itu ).
Terima kasih
sudah membacanya, dan inti dari semuanya, aku kini mati menjadi abu.
Imajiku
jongkok sudah!!! Kau api yang dipeluk angin ( dia ).







0 komentar:
Posting Komentar